Monday, April 18, 2016

MENUMBUHKAN BUDAYA MEMBACA DIKALANGAN SISWA



MENUMBUH KEMBANGKAN BUDAYA MEMBACA SISWA
DI SMPN 1 CIKAMPEK KABUPATEN KARAWANG JAWA BARAT


A. Pengertian Membaca

           Membaca adalah kegiatan yang sangat mudah untuk melakukannya namun sulit untuk membiasakannya. Kebiasaan membaca belum membudaya pada masyarakat, khususnya dikalangan pelajar. Kegemaran membaca bukanlah faktor keturunan. Kegemaran/kebiasaan membaca dapat diperoleh melalui pembasaan dan latihan yang kontinyu. Para pelajar belum  merasakan kegiatan membaca sebagai suatu kebutuhan. Mereka masih merasakan membaca sebagai suatu kewajiban.
           Minat baca adalah keinginan yang kuat, yang disertai dengan usaha seseorang untuk membaca .Orang yang mempuyai minat baca tinggi akan menjadikan membaca sebagai kebiasaan  kebutuhan. (dirjen Dikdasmen : 1996 )
Rendahnya minat baca pada siswa dapat disebabkan oleh beberapa faktor yakni , faktor internal dan eksternal. Faktor internal diantaranya : kurangnya keinginan dalam diri siswa yang tidak suka membaca sedangkan faktor eksternal adalah terbatasnya jumlah dan keberagaman  jumlah dan jenis buku yang ada.Untuk mengatasi hal ini, pihak sekolah hendaknya kreatif dan berinisiatif untuk memperkaya khazanah dan buku buku yang menarik dan bermanfaat untuk meningkatkan minat siswa dalam membudayakan gemar membaca. Tak kalah pentingnya guru sendiri harus menjadi contoh. Dengan kata lain, siswa tidak hanya mendengar anjuran dan perintah dari guru agar selalu membaca.Tetapi siswa sendiri melihat dan yakin bahwa guru mereka memang gemar membaca, tidak hanya sekedar gemar menyuruh membaca.
           Membaca adalah pondasi dasar kemampuan seorang siswa. Siswa yang kemampuan membacanya minim akan berdampak pada hasil  belajarnya. Disamping itu kemampuan membaca juga berkaitan erat dengan kemampuan menulis. Semakin banyak siswa membaca, semakin luas pengetahuan dan banyak pengetahuan/informasi yang mereka peroleh, berarti semakin banyak pula gagasan yang dapat mereka tulis. Pada dasarnya orang akan menuliskan apa yang mereka ketahui. Firmanawati : 2004, mengatakan membaca berarti adanya aktifitas mengangkat simbol-simbol berupa serangkaian huruf atau gambar. Membaca juga berarti adanya proses mengaitkan suatu benda dengan lambing atau symbol yg dinyatakan dengan huruf2. Membaca dapat diterapkan secara sambil bermain. Jean Marzollo dan Jeanice Liiyd dalam Leraning Through Play mengatakan mengajarkan membaca dengan pendekatan bermain adalah metode yang paling efektif.

B. Cara Penyampaian Membaca

Berdasarkan cara penyampaiannya, membaca terbagi dalam 3 kelompok yaitu :
1. Secara sekuensial
2. Secara simultran
3. Secara elektik
                                                                                           
Metode Sekuensial antara lain :
a. Fronik                     : Memperkenalkan bunyi huruf yang disusun menjadi kata.
b. Mengeja                : Memperkenalkan abjad satu persatu kemudian melafalkan
                                     bunyinya.
c. Suku kata               : Memperkenalkan penggalan suku kata, kemudian dirangkai
                                     menjadi kata.

C. Kiat menumbuhkembangkan minat baca.

1.  Menciptakan suasana yang menyenangkan
2.  Menyediakan bahan bacaan yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak
3.  Menjadi contoh, tidak hanya member contoh.
4.  Menghargai kemampuan membaca anak dengan tidak membanding-bandingkan
     Kemampuan anak yang satu dengan yang lain.
5.  Menyelingi kegiatan membaca dengan kegiatan lain, misalnya dengan kegiatan
     Bercerita dan menggambar.
6.  Melakukan kegiatan membaca secara rutin.
7.  Memberi anak hadiah dengan buku.
8.  Mengajak anak-anak jalan-jalan ke took buku/perpustakaan
9.  Mendampingi anak ketika mereka membaca.
10.Memberikan solusi ketika anak mengalami kesulitan dalam memahami bacaan

           Meningkatkan minat baca di lingkungan sekolah, dapat dilakukan oleh kepala sekolah, guru mata pelajaran, maupun petugas perpustakaan. Yang dapat dilakukan oleh Kepala sekolah yaitu :
1. Meningkatkan kualitas perpustakaan sekolah baik dari segi sarana maupun prasarana, dalam hal ini menambah koleksi buku baik jumlah maupun ragam buku judul buku, serta menciptakan suasana perpustakaan yang mendukung.
2. Mewajibkan guru untuk memanfaatkan perpustakaan menjadi bagian dari PBM.
3. Menetapkan jam wajib kunjung perpustakaan setiap kelas
4. Mengikutsertakan sekolah dalam kegiatan/lomba yang berhubungan dengan minat baca.
5. Berlangganan majalah/surat kabar.
Pengawas juga harus ikut andil dengan cara :
1. memotivasi sekolah/kepala sekolah dan guru untuk membudayakan kebiasaan  membaca.
2. Memantau pendayagunaan perpustakaan sekolah.
3. Memberi contoh/melatih guru mengelola PBM dengan memanfaatkan perpustakaan.
Guru dapat memotivasi melalui cara :
1. Mewajibkan siswa membaca buku, baik itu buku ilmu pengetahuan popular maupun sastra.
2. Mengadakan lomba bercerita berdasarkan buku yang dibaca di perpustakaan.
3. Mengadakan bimbingan cara membaca buku
4. Mewajibkan perpustakaan sbg bagian dari proses belajar mengajar dengan sesekali mengajaknsiswa belajar di perpustakaan.
5. Mengajak dan menugaskan siswa membuat majalah dinding kelas dan madding sekolah secara kontinu. 
    Saat ini di SMPN 1 Cikampek sudah melaksanakan kegiatan membaca senyap 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai, setelah membaca beberapa kali siswa diminta untuk membuat resensi dari buku yang telah dibacanya dan mempresentasikannya didepan teman-temannya. Inilah salah satu upaya yang sudah dilakukan oleh SMPN 1 Cikampek dalam mengembangkan budaya literasi di sekolah, sehingga diharapkan para siswa suka membaca yang pada akhirnya dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan.
Read More..

Sunday, April 17, 2016

GURU SMPN 1 CIKAMPEK FINALIS INOBEL 2015



GURU SMPN 1 CIKAMPEK  FINALIS INOBEL 2015

Guru SMP Negeri 1 Cikampek Min Hermina, S.Pd.Ing berhasil menjadi finalis dalam Lomba Inovasi Pembelajarann  (INOBEL) bagi guru SMP Tingkat Nasional Tahun 2015. Lomba berlangsung dari tanggal 18 hingga 25 November 2015 di Hotel Ambhara Jl Iskandarsyah No 1 Kebayoran Baru Jakarta Selatan  itu, diikuti  finalis dari berbagai mata pelajaran diantaranya adalah  kelompok MIPA ( Matematika dan IPA ),  Kelompok Bahasa,  ( Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris )  kelompok Sosial Budaya ( Bahasa Daerah, Seni Budaya, Agama, BP/BK, PJOR, PKN dan IPS ) serta peserta diikuti oleh SMP dari seluruh Indonesia. ”Puji syukur tahun ini perwakilan dari Provinsi Jawa Barat dapat masuk finalis Tingkat Nasional,” kata Min Hermina, kelahiran Bandung, 24 September 1967 itu. 

Hasil lomba Inovasi Pembelajaran bagi guru SMP tingkat nasional tahun 2015 tersebut, dari kelompok Bahasa adalah sebagai berikut, juara pertama  Dra. Sri Suwarni M.Pd guru bahasa Inggris dari SMPN 2 Demak Provinsi Jawa Tengah memperoleh hadiah berupa laptop dan uang tunai sebesar Rp 30 juta, peringkat kedua Komariah M.Pd dari SMPN Unggulan Sindang Indramayu Jawa Barat  , juara ketiga Ari Sulistyo S.Pd, M.Sc  guru bahasa Inggris dari SMPN 1 Tepus Gunung Kidul DIY, semua peserta  mendapat piagam penghargaan dan hadiah  berupa 1 buah laptop dan semua peserta finalis mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp 10 juta.  Min Hermina pada saat lomba mempresentasikan karya inovasinya yang berjudul “Scralimb Dapat Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris  Siswa Kelas IX M1  SMP Negeri 1 Cikampek Kabupaten Karawang. Yakni tentang pemanfaatan limbah yang dapat dijadikan alat peraga pembelajaran. Ada hal yang menarik dan spesial dari lomba yang diselenggarakan oleh Kemendikbud untuk tahun 2015 ini, yakni  diikutsertakannya seluruh peserta lomba mulai dari LKG, INOBEL, GuPres dalam Simposium Guru dan Tenaga Kependidikan Tingkat Nasional dan Hari Guru Nasional Tahun 2015 di Istora Senayan Jakarta yang dihadiri oleh para pejabat dari Kemendikbud, Mendikbud Anies Baswedan dan Presiden RI Joko Widodo.



Min Hermina pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan kepadanya. Mulai dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang, Pengawas Pembina, Kepala Sekolah, Guru – guru serta siswa siswi SMPN 1 Cikampek , yang telah memberikan dorongan yang sangat berharga , sehingga ia dapat meraih prestasi di tingkat nasional.
Kepala SMP Negeri 1 Cikampek Kabupaten Karawang Jawa Barat, Tarsidi, S.Pd, merasa bangga dan terharu atas prestasi yang dicapai guru hebat itu. Min Hermina memang pantas memperoleh prestasi itu. Ia guru yang rajin. Percaya diri, bersemangat, pekerja keras, rajin dan ulet.

Read More..

Monday, April 11, 2016

Laporan Perjalanan dari Adelaide Australia



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas dan kegiatan pelayanan pembelajaran ditingkat sekolah maupun kabupaten bahkan sekolah-sekolah yang ada di provinsi Jawa Barat adalah dengan diadakannya  kegiatan pelatihan guru – guru yang ada di Jawa Barat ke Australia atau West Java Teachers Australia Program.  Berkaitan dengan hal tersebut, maka pemerintah provinsi Jawa Barat melalui Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan DECS ( Departemen Pendidikan Australia Selatan ) dalam rangka membangun kapasitas “ capacity building “ dan CPD ( Continuing Professional Development ) bagi guru-guru SD dan SMP Jawa Barat dalam meningkatkan pengetahuan tentang metode pembelajaran dan profesionalisme guna membangun guru menjadi sosok profesional diera global. Untuk itu Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan peningkatan kualitas satuan pendidikan jenjang SD dan SMP di Jawa Barat tahun anggaran 2013 ke Adelaide Australia Selatan yang kegiatannya dimulai pada 16 Agustus 2013 untuk tahap 1 selama 3 minggu dan selanjutnya secara berturut-turut sampai tahap 6 pada tanggal 22 November 2013 . Kami peserta dari group 6 terdiri dari guru SD dan SMP yang ada di Jawa Barat datang ke Adelaide Australia Selatan untuk menggali ilmu selama 3 minggu yakni mulai dari tanggal 22 November 2013 sampai 13 Desember 2013.

Hal-hal yang dapat digali sebagai sumber ilmu adalah mulai dari kegiatan pelatihan di kelas ( classroom training ) maupun kegiatan observasi ke sekolah untuk mengetahui secara langsung mulai dari kegiatan belajar siswa, kegiatan mengajar guru, administrasi sekolah, kurikulum yang digunakan, atau nilai kultur sekolah yang dikembangkan oleh sekolah yang ada di Adelaide Australia Selatan. Dari kegiatan ini diharapkan para guru memperoleh pengalaman dan pembelajaran tentang aktivitas pembelajaran di kelas oleh guru-guru di Australia, baik dari strategi pembelajaran, model pembelajaran, cara belajar peserta didik, pengelolaan kelas serta kurikulum di Australia Selatan. Selain itu kami melakukan kegiatan excursion yakni mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang bersifat educational visit, seperti : Museum, Wildlife Park, State Library, Art Gallery , Central Market, Mount Lofty dan lain-lain.
Ilmu dan pengalaman yang diperoleh para guru diharapkan dapat diterapkan dalam rencana aksi ( action plan ) di kelas atau di sekolah, sehingga pengetahuan yang telah didapat bermanfaat untuk peningkatan kualitas pembelajaran di kelas dan pada akhirnya proses serta hasil pembelajaran meningkat. Selanjutnya ilmu dan pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan ini akan didesiminasikan dengan cara mengimbaskan dan menularkan kepada guru –guru lain yang ada dilingkungan SMPN 1 Cikampek maupun guru-guru yang ada ditingkat Komisariat ( kecamatan ) dan Kabupaten Karawang.





B.     Dasar

1.      Surat Permohonan Ijin Pelatihan Guru SD dan SMP Jawa Barat di Australia, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat nomor : 893.8/15533-Set.Disdik tertanggal 17 Juli 2013 ( terlampir )
2.      Surat Undangan kegiatan Pre Departure Training Management for Teacher, Kepala Dinas pendidikan Provinsi Jawa Barat
 nomor : 005/15727 tertanggal 25 Juni 2013 ( terlampir )
3.      Surat Perintah , Pemerintah Kabupaten Karawang, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga  nomor : 835/3215/Disdikpora
( terlampir )
4.      Surat Perintah Tugas, Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Cikampek nomor : 857231/TU/2013 ( terlampir )

C.Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan dari penulisan laporan ini adalah sebagai bentuk tanggungjawab peserta guru SD dan SMP Jawa Barat selama mengikuti kegiatan West Java Teacher Adelaide Program ( WJTAP ) dari tanggal 22 November 2013 – 13 Desember 2013 di Adelaide Australia Selatan, yang secara khusus kegiatan ini bertujuan untuk :
1.      Mempelajari sistem pendidikan yang diberlakukan secara nasional di Australia pada umumnya, dengan terjadinya perubahan dari desentralisasi menjadi sentralisasi yang diawali dengan “ Melbourne Declaration of Education “ pada tahun 2010
2.      Memperdalam pemahaman guru-guru SD dan SMP di Jawa Barat berkaitan dengan kemampuan profesional mereka.
3.      Meningkatkan kapasitas guru dalam menerapkan seperangkat kompetensi mereka melalui berbagai tindakan nyata
( real action ) melalui pengelolaan kualitas belajar siswa secara optimal.
4.      Mengembangkan sistem dan mekanisme pelatihan dan pembinaan profesi bagi guru-guru yang efektif melalui penyebarluasan kemampuan profesi pendidik pada satuan-satuan pendidikan secara inovatif dan bermutu di Jawa Barat.

D.Bentuk Kegiatan
Kegiatan dalam Training Management For Teachers West Java meliputi beberapa jenis kegiatan yang berbeda baik strategi pelaksanaan maupun metodologinya. Berikut ini bentuk kegiatan yang dimaksud :
1.      Culture Exchange (Pertukaran Budaya dengan masyarakat Australia)
2.      Workshop (lokakarya yang menghasilkan produk tertentu)
3.      Immersion Program (Magang di sekolah-sekolah Australia)
4.      Excursions (Kunjungan ke lokasi pendidikan atau wisata di luar sekolah atau kantor departemen) seperti : museum, pusat kegiatan ekonomi masyarakat, Perpustakaan, Wild life Park, Cagar Alam dan beberapa lokasi wisata bersejarah lainnya.


E. Peserta
Untuk mengikuti kegiatan ini tidaklah mudah, karena harus melalui beberapa tahapan. Adapun proses menjadi peserta West Java Teacher Adelaide Program adalah sebagai berikut :
1.      Sosialisasi program di media
2.      Peserta adalah guru berprestasi atau aktivis MGMP tingkat Kabupaten
3.      Test TOEFL , Psikotest dan wawancara dalam bahasa Inggris
4.      Pengumuman hasil test
5.      Pre departure di Lembang
 Penulis berada digroup 6 yang jadwal kegiatannya berlangsung dari  tanggal 22 November 2013 – 13 Desember 2013.
Adapun daftar nama peserta dari group 6 adalah sebagai berikut :
NO
NAMA
ASAL SEKOLAH
KABUPATEN
1
Irianti Dewi
SD Nata Endah 1
Kab Bandung
2
Lina Nuraini, SPd
SMPN 2 Dayeuhklt
Kab Bandung
3
Deni Permana,SPd,MMPd
SMPN 3 Ciparay
Kab. Bandung
4
Anwar Sanusi, SPd
SMPN 4 Padalarang
Kab.Bandung Brt
5
Hj.Intan Setiawati,MPd
SMPN 2 Parongpong
Kab Bandung Brt
6
Johari, MPd
SMPN 1 Arjawinangun
Kab Cirebon
7
Abidin, SPd
SMPN 1 Dukupuntang
Kab Cirebon
8
Hj, Adriyanti, SPd
SMPN 1 Sumber
Kab Cirebon
9
Hadi Romdani, SPd
SDN 4 Kenanga
Kab Cirebon
10
Basuki Kartoraharjo,S.Sos
SMPN 1 Sumber
Kab Cirebon
11
Eulis Paridah, SPd
SMPN 1 Pasirwangi
Kab Garut
12
Dade Sofyan
SDN Girijaya
Kab Garut
13
Awan Sukandar, SPd
SDN Sirnajaya 02
Kab Garut
14
Dwi Wahyu Aryani, SPd
SMPN 1 Klari
Kab Karawang
15
Lusy Novarianti, SPd
SMPN 1 Cikampek
Kab Karawang
16
Min Hermina, SPd.Ing
SMPN 1 Cikampek
Kab Karawang
17
Meti Rahmiati, MPd
SMPN 4 Kuningan
Kab Kuningan
18
Ugin Sugiono, SPd
SMPN 1 Kuningan
Kab Kuningan
19
 Yayan Haryadi, SPd
SDN 1 Kuningan
Kab Kuningan
20
Yati Saadah, SPd
SDN Salagedang II
Kab Majalengka
21
Ade Suharto, SPd
SMPN 4 Maja
Kab Majalengka
22
Tedi Hadiat.K, SPd
SMPN 2 Dawuan
Kab Majalengka
23
Tatang Supriatna, SPd
SMPN 6 Majalengka
Kab Majalengka
24
Yanto Surya.H, M,Si
SMPN 1 Cisolok
Kab Sukabumi
25
Asep Zaini.A, SPd
SDN Culamegajaya
Kab Tasikmalaya
26
Sutini, SPd,MM
SMPN 16 Bandung
Kota Bandung
27
Yuli Kartika Yuliani, SPd
SMPN 34 Bandung
Kota Bandung
28
Eny Kusrini.S, S.Sos
SDN Ceger 2 Bogor
Kota Bogor
29
Riyanti, SPd
SMPN 17 Bogor
Kota Bogor
30
Dra. Ani Arlina, MPd
SMPN 4 Cimahi
Kota Cimahi
31
Ade Rukmini, SPd, MPd
SMPN 11 Cirebon
Kota Cirebon
32
R.Moch Rifai .R, SPd
SDN Rajawali
Kota Cirebon
33
Agus Tha’ilah, Amd
SMPN 3 Cirebon
Kota Cirebon
34
Apip Arifin, SPd
SDN Sunyaragi II
Kota Cirebon
35
Deny R, SSos,MPd
SMPN 4 Cirebon
Kota Cirebon
36
Yudi Biantoro, SPd
SMPN 18 Cirebon
Kota Cirebon
37
Dra.Neneng N,MPd
SMPN 12 Sukabumi
Kota Sukabumi
38
Cucu R, SPd
SMPN 12 Sukabumi
Kota Sukabumi
39
Sugiyanto, SPd
SMPN 7 Sukabumi
Kota Sukabumi
40
Yeti Heryati
SMPN 4 Cirebon
Kota Cirebon
41
Entit Rosita
SMPN 1 Sukarame
Kab Tasikmalaya
42
Kokom Komala
SDN Simpang
Kab Bandung














BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN
Adapun implementasi kegiatan baik secara kelompok maupun individu selama kegiatan dari mulai pemberangkatan hingga pelaksanaan kegiatan di Adelaide Australia Selatan, terangkum sebagai berikut :
a.       Persiapan Pelatihan
Pada hari Kamis tanggal 21 November 2013 seluruh peserta berkumpul di Hotel Permata Bandara Tangerang untuk menerima pengarahan dari Bapak Riza berkenaan dengan hal-hal yang perlu disiapkan sebelum keberangkatan, dan pada keesokan harinya kami bersiap menuju bandara Soekarno Hatta untuk check in, yang akhirnya kami terbang dengan pesawat Qantas QF 42 pada pukul 20.20. Kemudian pesawat mendarat di Sydney tepat pada pukul 6.20 waktu setempat, seluruh peserta diharuskan melewati bagian imigrasi untuk pemeriksaan paspor dan lembar kedatangan ( declare of arrival sheet ) serta barang bawaan yang di kabin pesawat. Setelah melalui bagian pemeriksaan yang sangat ketat itu, kami menuju bis yang sudah menunggu untuk mengantar kami berkeliling kota Sydney agar kami boleh mengenal kota ini dengan baik, hal ini dilakukan karena memanfaatkan waktu sambil menunggu penerbangan ke Adelaide pada pukul 16.00, di Sydney kami mampir di gedung Opera House dan Paddys Market. Setelah terbang selama 2 jam , kami tiba di Adelaide dan disambut hangat oleh Bu Rini dari Learning Potential International ( LPI ) dan pada saat itu juga kami dipertemukan dengan House Family masing-masing.


Adapun daftar nama para HouseFamily adalah sebagai berikut :
NO
NAMA PESERTA
NAMA HOUSE FAMILY
1.
Lusy Novarianti & Yeti Heryati
David & Lilian Storch
2.
Eulis Paridah
Indah & Imran Max
3.
Yanto Surya Hadiyanto & Ade Suharto
Heny & Reginald Alfrey
4.
Min Hermina
Sapfoka Mitillini
5.
Sugiyanto & Abidin
Komang & Peter Budiani
6.
Basuki.K & Tatang Sutrisna
Susana Faryuki
7.
Meti Rahmiati
Saudah Gable
8.
Yudi Biantoro
Angelika Elgenwillig
9.
Yuli Kartika Yuliani & Sutini
Mary & Victor Awata
10
Deni Permana & Anwar Sanusi
Yani & Peter Smith
11.
Johari & Denny Rochman
Anna Rob
12.
Eny Kusrini.S & Irianti Dewi
Janeanne & Edwin Maritim
13.
Cucu.R & Kokom Komala
Julienne & Peter Muirhead
14.
Yati Saadah & Riyanti
Rhonda & Jeff Cornwell
15.
Dwi Wahyu Ariani & Adriyanti
Megasari & Peter Davis
16.
Lina Nuraini & Intan Setiawati
Emily & Ben Korir
17.
Hadi Romdani & Dade Sofyan
Olly & Christable Kurniawan
18.
Entit Rosita & Ade Rukmini
Fernando de Arao
19.
Tedi Hadiat K & Ugin Sugiono
Sheryl Stephens
20.
Awan Sukandar & Agus Tha’ilah
Dean & Ketut Jhon
21.
Asep Zaini & Apip Arifin
Agata Repasky
22.
Ani Arlina & Neneng Nurhasanah
Simon & Michelle Abbots
23.
Yayan Haryadi & R.Moh Rifai Riadin
Patrick & Ana Bielecki

Sebelum kami memulai kegiatan pada hari Senin tanggal 25 November 2013, pada hari minggunya kami menjalani masa orientasi bersama House Family yakni mengeksplor tentang daerah yang akan dikunjungi sebagai tempat pelaksanaan kegiatan, kendaraan umum ( bis, trem, kereta api ) dan kami diberi brosur tentang jadwal operasional bis. Selain itu kami diperkenalkan dengan adat istiadat setempat dan kebiasaan sehari-hari yang dilakukan oleh HouseFamily, sehingga kami harus dapat menyesuaikan diri dengan budaya mereka.



b.      Jadwal Kegiatan
·         Jadwal Kegiatan dari Minggu 1 - 3
            Berikut ini adalah jadwal kegiatan selengkapnya.
MINGGU I
Hari/Tanggal/
Waktu
Tempat
Materi
Presenter
Senin, 25 Nov


9 – 10.30 am


10.30 – 11 am
11.00 – 12.30 pm






12.30 - 1.30 pm
1.30 – 3.00 pm
EDC room 1.11A
·         INTRODUCTION/ORIENTATION  OFFICIALS VISIT
·         Orientation & Program Overview
·         Morning tea
·         Getting to know each other/Learning Styles
·         Action Plans getting SMART Goals
·         Lunch
·         Action Plans setting SMART Goals
Susan Boucher

Rini Budiyanti
Selasa, 26 Nov


9.00 – 10.30 am


10.30 – 11 am
11 am – 12.30 pm

12.30  – 1.30 pm
1.30 – 3.00 pm


EDC Room
G 11 A
AUSTRALIAN EDUCATION SYSTEM/THEME BASED CURRICULUM
·         Introduction to Australian Education System
·         Morning tea
·         Australian Curriculum. Theme Based Learning
·         Lunch
·         School Preparation,My School Website

Susan Boucher
Rabu, 27 Nov


9.00 – 10.30 am

10.30 – 11 am
11.00 – 12.30 pm




12.30 – 1.30 pm
1.30 – 3.00 pm

EDC Room
G 11 A
BEHAVIOUR MANAGEMENT/LEARNING SUPPORT
·         Behaviour Management School Bullying
·         Morning tea
·         Learning Assistance/Specials needs, School Support Officer Roles/Parent involving in learning
·         Lunch
·         Learning Assistance/Specials Needs, School Support Officer Roles/Parent involving in learning
Mary Hudson
Kamis, 28 Nov


9.00 – 10.30 am



10.30 – 11 am
11.00 – 12.30 pm


12.30 – 1.30 pm
1.30 – 3.00 pm
IES
SCHOOL PREPARATION/THEME BASED LEARNING
·         Introduction to the Dep of Education and Child Development, School Placement Preparation
·         Morning tea
·         Themed Based Learning/ Action Planning
·         Lunch
·         Implementation of LRC program
Darryl Carter
Mia Damayanti
Jumat, 29 Nov
9.00 – 10.30 am


11.00 – 12.30 pm
2.00 – 4.00 pm


EDUCATIONAL VISITS
·         Fields visits to Educational Facilities, Schools Departements
·         State Library ½ group
·         Migration Museum ½ group
Rini Budiyanti
Sabtu, 30 Nov

9.00 am – 3.00 pm


SOCIAL EXCURSION
Explorer Coachlines
·         Theme based outdoor practical learning to : Mount Lofty, Handorf, Melba, George Wild Park.
Rini Budiyanti
Minggu, 1 Des

9.00 am – 3.00 pm

·         Cross Cultural experience with house family, immerse yourself in Australian Culture and experience what Adelaide has to offer.




MINGGU II

Hari/Tanggal/
Waktu
Tempat
Materi
Presenter
Senin, 2 Des
9.00 am – 3.00 pm
EDC


Selasa, 3 Des
9.00 am – 3.00 pm
Verdun School (TBC)
COOPERATIVE LEARNING
·         Cooperative Learning
·         Visits Verdun School
Mary Hudson
Rabu, 4 Des
9.00 – 3.00 pm
School
SCHOOL BASED PROGRAM
( visits Henley High School, day 1 )
·         Practical application of learning workshadow Teacher/Principal Teaching opportunities with students

Kamis, 5 Des
9.00 am – 3.00 pm
School
SCHOOL BASED PROGRAM
( visits Henley High School , day 2 )
·         Practical application of learning workshadow Teacher/Principal Teaching opportunities with student

Jumat, 6 Des
9.00 am – 3.00 pm
North Terrace
EDUCATIONAL VISIT
·         Field visits to educational facilities, schools, departements
·         Visits Art Gallery
·         Visits Immigration Museum
Educational manager and B.Indonesia Guide
Sabtu, 7 Des


Cross Cultural experience with house family, immerse yourself in Australian Culture and experience what Adelaide has to offer.
HostFamily
Minggu, 8 Des

Cross Cultural experience with house family, immerse yourself in Australian Culture and experience what Adelaide has to offer.
HostFamily


MINGGU III

Hari/Tanggal/
Waktu
Tempat
Materi
Presenter
Senin, 9 Des
9.00  – 10.30 pm










10.30 – 11 am
11.00 – 3.00 pm
EDC
QUALITY TEACHERS
Self Management and Leadership for Teachers
·         Quality Teachers :
Assesment
Performance
Management
Teacher Professional Development
Leadership Teams
Teacher’s Assosiation and Professional Group
Break
·         Teacher Skill to Develop Leader Capacity for Students
·         Developing Teachers’handouts to be embedded in the curriculum for students leadership capacity
( in train trainer model )
Susan Boucher
Selasa, 10 Des
9.00 am – 3.00 pm
EDC
INTERACTIVE TECHNOLOGY
·         Technology in the classroom
·         Practice and interaction
·         Using curriculum to design learning plans
·         Practical Application Using Learning Plans
Mary Hudson
Rabu, 11 Des

EDUCATIONAL VISITS
·     Presentation form the Maths Association and how they link with teacher development
·     Bringing action plans to implementation

Lisa-Jane O’Connor and Tomy Bawulang
Kamis, 12 Des
Adelaide Rowing Club TBC
·         Closing session with Principal/teacher Implementation and ongoing mentoring Presenting Action Plans-gaining Feedback
·         Evaluation
Julie Inglis

Rini Budiyanti

And

Andrew Inglis
Jumat, 13 Des

·         RETURN TO INDONESIA






































C. HASIL KUNJUNGAN KE SEKOLAH

            Untuk kunjungan ke sekolah-sekolah di Adelaide dilakukan secara berkelompok, adapun daftar nama peserta serta sekolah yang dikunjungi adalah sebagai berikut :
NAMA PESERTA
SEKOLAH YANG DIKUNJUNGI
·         Lusy Novarianti
·         Yeti Heryati
·         Sugiyanto
·         Abidin
·         Yuli Kartika Yuliani
·         Sutini
·         Eulis Paridah
ADELAIDE HIGH SCHOOL
·         Basuki Kartoraharjo
·         Tatang Sutrisna
·         Deni Permana
·         Anwar Sanusi
·         Yanto Surya.H
·         Ade Suharto
·         Meti Rahmiati
BLACKWOOD HIGH SCHOOL
·         Deny Rochman
·         Johari
·         Cucu Rochmatiningsih
·         Kokom Komala
·         Min Hermina
·         Yudi Biantoro
HENLEY HIGH SCHOOL
·         Yati Saadah
·         Riyanti
·         Hadi Romdani
·         Dade Sofyan
·         Awan Sukandar
·         Agus Thailah
·         Dwi Wahyu Ariani
·         Adriyanti
REYNELLA COLLEGE
·         Yayan Haryadi
·         R.Moh Rifai Riadin
·         Asep Zaini.A
·         Apip Arifin
·         Eny Kusrini.S
·         Irianti Dewi

ROSE PARK PRIMARY SCHOOL
·         Lina Nuraini
·         Intan Setiawati
·         Tedi Hadiat .K
·         Ugin Sugiono
·         Ani Arlina
·         Neneng Nurhasanah
·         Entit Rosita
·         Ade Rukmini
SALLISBURY HIGH SCHOOL

            Penulis mendapat tugas untuk mengunjungi Henley High School, berikut adalah gambaran tentang sekolah yang penulis kunjungi.
Gambar 1, Henley High School
Henley High School beralamat di Cudmore Terrace Henley Beach 5022 , sekolah ini berlokasi tidak jauh dari pantai Henley Beach. Dengan filosofi untuk saling menghormati dan menghargai satu sama lain, dengan belajar dari keanekaragaman sekolah ini mampu mendorong para siswanya untuk meraih prestasi dan menjadi yang terbaik.




Henley High School menjunjung tinggi nilai-nilai yang dapat mendorong setiap warga sekolah untuk :
·         Respect, saling menghormati
·         Responsibility, bertanggungjawab dalam segala hal
·         Equity, keadilan
·         Achievement, berprestasi dalam segala bidang.
Selain itu Henley High School memfokuskan pada beberapa area penting untuk dikembangkan yakni : philosophy, curriculum, students wellbeing, staff wellbeing, governance involving students, staff and parents, resources, community and special programs ( Learning center, international student program, special soprt program, Aboriginal Education program, ICT and arts ). Kurikulum yang digunakan oleh Henley High School ini adalah South Australia Curriculum Standard and Accountability ( SACSA ) yang merupakan kurikulum lokal pemerintah negara bagian South Australia, saat ini seluruh sekolah di Australia sedang dalam proses adaptasi untuk menggunakan kurikulum Australia yang dibuat oleh Australia Curriculum Assesment and Reporting Authority ( ACARA ). Fokus pembelajaran di Australia Selatan ada pada Literacy/kebahasaan dan Numeracy/ matematika, hal ini sangat penting bagi siswa untuk dapat membaca dan memahami suatu teks. Membaca buku adalah kewajiban dan kualitas siswa dapat dilihat dari level bacaan yang dibaca oleh siswa. Kemudian untuk numeracy/matematika sangat ditekankan bahwa siswa bisa mengunakan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari.


Mata pelajaran yang diberikan di sekolah ini adalah :
·         Design and Technology
·         English
·         Health and Pesrsonal development/specialist sport program including specialist dance program
·         Languages
·         Mathematics
·         Science
·         Studies of history and Geography
·         The Arts
·         Personal Learning Plan
Hal menarik yang ditawarkan oleh Henley High School adalah :
ü  Penghargaan yang tinggi bagi siswa dan guru yang berprestasi
ü  1 siswa 1 laptop
ü  1 kelas terdiri dari 25 siswa
ü  Pembelajaran yang inovatif dengan tim guru yang kreatif
ü  Lingkungan yang luas, aman, bersih dan nyaman
ü  Internasional program, menerima siswa dari negara lain dan adanya sister school terutama dengan negara Jepang.
ü  Fasilitas yang lengkap
Pemerintah Australia Selatan dalam kurikulum regionlanya ( SACSA ) telah memberi batasan untuk jam pelajaran yang dianjurkan, tetapi pada pelaksanaannya tergantung pada kebijakan pihak sekolah untuk menentukan jam belajar.
Berikut disajikan jadwal belajar di Henley High School :

No
Time
Describe
1.
8.45 – 10.20 am
Lesson 1
2.
10.20 – 10.40 am
Break time
3.
10.40 – 12.15 pm
Lesson 2
4.
12.15 – 12.55 pm
Lunch
5.
12.55 – 2.30 pm
Lesson 3

Berikut disajikan logo  Henley High School

http://www.henleyhs.sa.edu.au/images/logo3.png
Gbr 2, Logo Henley High School

Dalam hal ujian /tes, Dinas Pendidikan Australia Selatan ( DECS ) dari mulai kelas persiapan hingga kelas 12 hanya mengeluarkan 1 ijasah/sertifikat bernama South Australia Certificate of Education ( SACE ) yang harus dimiliki jika seseorang ingin melanjutkan ke jenjang perkuliahan. Selama proses belajar, pemerintah Australia secara keseluruhan ( tingkat pusat ) juga mengadakan tes pada tahun ke-3, ke-5,ke-7, dan tahun ke-9. Sedangkan untuk pendidikan SMA
( secondary school ) diadakan lagi ujian pada tahun ke-12.


BAB III
RENCANA AKSI  ( ACTION PLAN )
A.Pelaksanaan Aksi
            Pelaksanaan aksi dijalankan berdasarkan rencana kegiatan kunjungan ke Henley High School yakni tentang Teachers’ Professional Development. Pada hari pertama kunjungan ke sekolah ini, kami diterima dengan baik oleh seorang ibu yang merupakan Assistant Principal yakni Naomi Bond. Beliau banyak memberikan informasi tentang sekolah ini dan mengajak kami untuk melihat kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh guru maupun siswa, namun sayang kami tidak bisa melihat semua kegiatan pembelajaran karena pada saat itu proses pembelajaran sudah hampir selesai dikarenakan waktu libur sudah tiba. Kami diundang untuk mengikuti kegiatan workshop guru- guru yang berasal dari beberapa sekolah disekitar Henley High School. Sungguh beruntung kami dapat melihat langsung bagaimana jalannya workshop tersebut, yang menyenangkan bagi kami adalah ketika kami diajak terlibat untuk ikut bersama-sama dengan mereka mengerjakan apa yang  sedang mereka lakukan. Mungkin kalau di Indonesia kegiatan semacam ini namanya MGMP, tetapi biasanya materi yang dibahas di MGMP adalah tentang menyusun RPP atau membuat soal UAS, namun disini berbeda, secara bergilir mereka menampilkan apa yang akan mereka ajarkan kepada siswa melalui demonstrasi dengan media yang sederhana, contohnya ketika mereka memperagakan bagaimana cara menghitung hukum Newton dengan menggunakan racer car dengan bahan-bahan dari styrofoam dan balon, yang lainnya bagaimana membuat menara setinggi-tingginya dengan menggunakan mi batang spagethi dan permen yupie, kemudian kami diajak ke lapangan untuk menguji coba roket yang menggunakan botol diisi air dan dipompa sehingga botol tsb dapat meluncur setinggi-tingginya dan roket yang paling jauh diukur. Dari paparan tersebut dapat kami simpulkan bahwa untuk kegiatan MGMP tidak perlu harus selalu membahas masalah administrasi sekolah saja melainkan bagaimana seorang guru mampu membagi pengalamannya secara praktek untuk diberikan pada siswa, sehingga siswa menjadi tertarik mengikuti kegiatan pembelajaran.
            Penulis menemukan ide dan inovasi pembelajaran selama 2 hari berkunjung ke Henley High School khususnya pada bidang Teachers’ Professional Development. Rencana aksi ini juga sudah dipresentasikan dihadapan peserta lain agar mendapat masukan bagaimana penerapannya nanti di sekolah masing-masing. Kami juga mendapat bimbingan dari Learning Potential International Pty Ltd, Tomy Bawulang dan Susan Boucher tentang Improvement Action Plan.
Berikut rencana aksi penulis :

1.      Mengembangkan program rintisan LEADER’S READING CHALLENGE dilingkungan SMPN 1 Cikampek Kabupaten Karawang. Dengan membimbing maksimal 5 siswa untuk belajar mengoptimalkan potensi literasinya selama 1 tahun dengan mengikuti prosedur program yang telah ditetapkan. Diakhir tahun program rintisan, seluruh peserta dan guru yang tuntas mengikuti prosedur kegiatan akan berhak mendapat penghargaan dari Dinas Pendidikan Jawa Barat, South Australia Government Departnment for Education and Child Development dan Pengembangan Potensi Indonesia sebagai pendukung dan fasilitator kegiatan.

2.      Mengubah mind set guru dalam mengembangkan pola kegiatan MGMP , yang awalnya hanya mengurusi masalah administrasi sekolah kini menjadi ajang praktek para guru untuk mendemonstrasikan hal-hal yang berkenaan dengan proses KBM, misalnya membuat alat peraga/media pembelajaran, mengembangkan variasi teknik pembelajaran, sharing, curah pendapat dll.
3.      Selalu menerapkan budaya  salam, senyum, sapa, antri, bersih lingkungan, tepat waktu, tolong, maaf, terimakasih.
4.      Pencerahan dan ide-ide baru untuk bisa diterapkan di kelas atau sekolah , antara lain:
·         Program SABUSAWA SABUSAGU, satu buku satu siswa, satu buku satu guru, yakni membaca buku selama 15 menit diawal jam pelajaran 1.
·         Menerapkan peraturan dan rutinitas di kelas, menghindari punishment yang diterapkan adalah konsekuensi
·         Program BABEKSKUL, bawa bekal ke sekolah
·         Mengaplikasikan pendekatan dan metode pembelajaran yang dilatih selama di Australia, antara lain : metode carousel, show and tell, collaborative teaching.





B. RENCANA TINDAK LANJUT
1.      Desiminasi hasil pelatihan ditingkat sekolah, MGMP tingkat Komisariat dan MGMP tingkat Kabupaten.
2.      Monitoring dan Evaluasi Program dibawah pengawasan Dinas Pendidikan Jawa Barat .



















BAB IV
PENUTUP

A.Kesan
Kesan tentang kegiatan West Java Teachers Adelaide Program yang penulis ikuti selama 3 minggu yakni mulai dari tanggal 21 November – 13 Desember 2013 adalah sebagai berikut :
1.      Selama mengikuti kegiatan workshop di EDC dan DECS, sangat mengesankan karena para presenternya sudah sangat siap memberikan materi, mulai dari persiapan, penampilan dan penguasaan materi sangat mengagumkan. Mereka telah memberi pengetahuan, motivasi tinggi dan inspirasi kepada para peserta tentang : Australian Education System , Quality Teachers Quality Leaders, Learning Styles, Behaviour Management, Cooperative Learning, Interactive Technology, Metacognitive Strategy in Teaching.
2.      Kunjungan ke sekolah sangat bermanfaat, menyenangkan dan mengagumkan. Banyak hal baru yang bisa diterapkan di sekolah sendiri, baik dari sisi proses belajar mengajar, management sekolah, dan kultur sekolah.
3.      Program Social Excursion, sangat berguna karena para peserta dapat mengenal lebih dekat tempat-tempat bersejarah dan lingkungan serta alam Australia Selatan .
4.      Homestay dengan keluarga Australia adalah pengalaman baru yang sangat mengasyikan, peserta menjadi tahu tentang kebiasaan hidup mereka dan menjadi terbiasa dilatih untuk berbicara dalam bahasa Inggris, ini adalah suatu tantangan bagi para peserta.

B.Saran
1.      Penulis berharap untuk program berikutnya, seleksi lebih ketat agar benar-benar peserta yang terpilih adalah yang sudah siap secara fisik dan mental, karena untuk tetap survive diperlukan orang yang tangguh mengingat ini bukanlah perjalanan yang mudah melainkan tugas berat yang harus dipikul oleh para peserta, penguasaan bahasa Inggris harus dipersiapkan karena ini penting selain untuk berkomunikasi sehari-sehari juga untuk memahami paparan para presenter.
2.      Kunjungan ke sekolah di Adelaide agar ditambah porsinya sehingga peserta dapat lebih dalam mengenal dan memahami sekolah yang dikunjunginya.
3.      Tidak hanya guru yang dikirim ke Adelaide, siswa Jawa Barat juga harus diberi kesempatan untuk belajar disana.










C.Kesimpulan
   Pada dasarnya kegiatan pelatihan para guru ke Adelaide Australia Selatan sangat bermanfaat bagi peningkatan profesionalisme guru. Kegiatan pelatihan guru-guru Jawa Barat di Australia telah memberikan dampak pencerahan wawasan dan melejitkan potensi profesionalisme yang tinggi. Hal ini terbukti dari kemampuan para guru peserta yang dapat beradaptasi dengan cepat pada  budaya setempat serta peraturan dan kebijakan yang baru yang pasti jauh berbeda dengan yang ada di tanah air, para peserta pun dituntut untuk  mampu menuangkan ide-ide  yang sangat mungkin bisa diterapkan dalam pengembangan proses pembelajaran di kelas atau di sekolah. Para guru juga terdorong untuk menjadi motivator dan inspirator tidak hanya bagi para siswanya melainkan juga bagi teman sejawatnya atau bahkan di lingkungan dimana ia berada. Semoga dengan adanya kegiatan ini mutu pendidikan menjadi meningkat seiring dengan peningkatan profesionalisme guru.











LAMPIRAN MATERI WORKSHOP
Read More..